Pembentukan Mental dalam Budaya Freeport yang Unik

18 November 2009 adalah salah satu hari paling emosional dalam kehidupan saya, bagaimana tidak 2 peristiwa paling menggairahkan sekaligus menakutkan terjadi pada hari ini. Yang pertama adalah, tanggal tersebut adalah hari dimana saya mendapatkan kekasih yang sangat diidamkan, dan kedua adalah hari dimana saya harus terbang ke tanah papua. Bergabung bersama perusahaaan yang sudah saya impikan semenjak kuliah, PT. Freeport Indonesia. Tempat yang awalnya saya harapkan dapat membentuk mental saya menjadi lebih tangguh.

Lahir di Jakarta, besar di Tangerang, kuliah di Depok, dan bekerja di Karawang, menjadi alasan utama saya ingin merantau ke tempat jauh selama beberapa waktu dan mendapatkan pengalaman baru. Pada hari menjelang keberangkatan saja mental saya sudah diuji, yakni hampir semua tetangga saya menyayangkan keputusan ibu saya yang mengijinkan saya pergi. Bahkan salah satu tetangga mengatakan “ ya gimana gak diterima kerja di sana, orang di sana pada ditembak-tembakin” %_@. Tentu saja ibu saya menangis sampai berhari-hari melepas anak cowo satu-satunya ini.🙂

Budaya kerja di site Freeport Papua itu sangat unik. Sangat berbeda dengan budaya kerja manapun di Indonesia. Selama 3,5 tahun bergelut dalam budaya ini, saya semakin belajar banyak mengenai leadership dan social relationship. Keunikan budaya kerja di Freeport terletak pada Sumber Daya Manusianya (SDM), terdiri dari berbagai komunitas suku, tuntutan hak yang sangat berlebihan serta tidak ditunjang pemenuhan kewajiban, dan rata-rata tingkat intelektualitas yang masih rendah. Hal-hal tersebut ter-mix menjadikan suasana kerja penuh tantangan, gairah, dan tentu saja menyebalkan. Beberapa buku mengenai organizational behavior dan leadership yang sempat saya baca, nyaris mustahil diterapkan di sini. Diperlukan sesuatu pendekatan yang berbeda dan hanya bisa dilakukan secara bertahap dan penuh kompromi.

Puncak dari pembelajaran mental yang saya alami adalah ketika terjadi pemogokan massal karyawan pada akhir 2011 lalu. Bagaimana saya dan banyak staff lain akhirnya menyadari dan belajar banyak hal sehingga beralih dari membela satu pihak ke pihak lain. Lalu dengan suasana kerja yang tidak kondusif, dan ditambah lagi menambahnya ego dari pihak yang merasa ‘menang’. Sebelum itu, saya pribadi hampir goyah dalam menghadapi atasan yang ‘egois’, lelah, dan hampir saja saya harus pulang dengan kekecewaan dan dendam.

Berbagai hal tersebut memang disadari telah menambah kekuatan mental saya. Dengan membawahi hampir 100 karyawan dengan budaya kerja yang unik seperti saya utarakan di atas, saya telah melalui berbagai macam ujian dan tantangan. Mendapat perlakuan kasar dari bawahan, membuat sistem sederhana yang dapat dimengerti, menelanjangi idealisme, dan banyak lagi.

All have the risks, tentu saja hal yang bisa saya dapat tetap saja selalu ada pengorbanan, mulai dari hubungan asmara yang kandas tidak sampai satu tahun, ilmu mekanikal yang nyaris tidak terpakai, sampai tingkat inteletual saya yang sepertinya menurun seiring bertambahnya waktu. Entah sudah merasa cukup atau belum, namun janji saya untuk kembali bekerja di pulau Jawa tetap akan terpatri dalam diri. Time will tell🙂

3 thoughts on “Pembentukan Mental dalam Budaya Freeport yang Unik

  1. #pije March 2, 2013 at 2:42 pm

    nice note buddy!!!… persis bgt pemikiran gw. Hasilnya baru akan kerasa begitu kita memutuskan utk turun gunung & mengadu mental kita. Suatu ketika temen2 kantor gw di sini pada saling pamer “parah”nya kondisi jobsite yg pernah mereka singgahi. Ada pueblo viejo, reb.dominica; morenci-US, oyu-tolgui-mongolia, cerro-verde, peru, etc. Tapi bgitu gw tunjukin photo grasberg-papua-Indonesia lgsg smua pada angkat tangan😀

    Tetep semangat yak!!!

  2. febriantarara March 2, 2013 at 11:50 pm

    haha..yess..bener mas, wah mas udah melanglang buana keliling site dunia nih semangat juga mengais rejeki di sana🙂

  3. ikkal October 9, 2013 at 10:10 am

    Hati-hati mas, nanti keasyikan dan lupa turun gunung…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: