Menghitung Pajak Diri Sendiri

Menjelang tutup buku tahun 2011, saya iseng menghitung pajak yang saya setor baik secara langsung maupun tidak langsung. Saya hanya ingin tahu berapa kontribusi saya kepada negeri ini. Baiklah sekarang saya akan coba hitung, pajak terbesar tentu berasal dari pajak penghasilan, dari slip gaji per desember 2011 didapat besarnya pajak kurang lebih 24 jt, kedua terbesar berasal dari BPHTB sebesar 13 jt, PPn atas pembelian laptop, HP, pulsa dalam setahun saya taksir 1,4 jt (estimasi 10% dari total), ditambah dengan PPn pada pembelian barang lain dan pajak deposito serta tabungan bisa jadi total setoran pajak saya mencapai 40 juta. Wow, besar? Menurut saya iya mengingat dengan uang sebesar itu saya bisa membawa pulang Honda CBR 250R STD ke rumah. Atau bisa jadi modal menikah mungkin. Hehe.

Jika menelisik ke penerimaan pajak yang taruhlah 1000 trilliun di 2011, jumlah setoran saya memang tidak ada apa-apanya, hanya 1/250.000.000 dari total. Berapapun itu, saya tetap bersyukur dan berbangga bisa memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, tidak peduli sebagian uang tersebut menguap akibat tindakan aparat yang tidak amanah.

Saya tidak bisa membayangkan berapa kontribusi Aburizal Bakrie, salah satu pengusaha tersukses di Indonesia. Berapa setoran pajak Dude Herlino, para punggawa Timnas, ataupun para dirut BUMN dan swasta. Betapa besar kontribusi mereka terhadap penerimaan pajak. Mereka adalah beberapa contoh warga negara yang sangat produktif.

Negara ini membutuhkan orang-orang seperti mereka, yang bisa berkontribusi kepada negara baik langsung maupun tidak langsung. Berapa pun kontribusi kita, kecil ataupun besar tidaklah masalah. Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai warga negara bisa semakin produktif dari tahun ke tahun. Berperan sebagai apapun kita. Jika anda pengusaha jadilah pengusaha sukses yang jujur, jika anda penulis jadilah penulis best seller, dan jika anda karyawan jadilah karyawan produktif yang dapat semakin membesarkan perusahaan dimana kita bernaung. Negeri ini membutuhkan kita, dan sadarlah betapa berartinya diri kita.

3 thoughts on “Menghitung Pajak Diri Sendiri

  1. odranoer December 25, 2011 at 10:04 am

    numben lagi eling cing.. cerita2 kehidupan cinta lo lagi dong ris.. hihihihi

  2. febriantara December 25, 2011 at 10:07 am

    hyaa..orang pajak komen..
    ga ada pengalaman cinta lg makanya gbs dishare🙂

  3. odranoer December 29, 2011 at 5:20 am

    Koment itu ga perlu panjang
    lebar,, cukup
    satu komen aja,, yang
    penting mengenai sasaran. ga
    usah pake inilah
    … itulah,, kadang juga … ada yg sampe ribuan karakter..
    kalo kaya gt kan
    … kasihan.. kalo yang
    onlinenya pake HP bisa-bisa
    keypadnya…………………… rusak
    krn kelamaan dipencet,, nah kalo udah rusak kan
    kasihan dia ga bisa ol
    lagi,, harus menunggu HPnya
    dibenerin dulu.. iya
    kalo sekedar menunggu,, dia jg kan harus
    ngocek kantongnya untuk biaya
    service,, mending kalo orangnya
    udah kerja,, ga
    perlu minta2 ke ortu,, kalo dia masih sekolah atau
    masih
    nganggurkan kasihan.. belum tentu dia punya celengan,,
    kalo minta ke
    ortupun belum tentu ortunya lagi banyak uang,,
    ujung2nya kan cuma
    gi2t jari.. masa qta
    tega melihat teman qta cuma gi2t jari doang,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: