Degradasi Nilai-Nilai Kebaikan

Percaya atau tidak, semakin bertambahnya usia hidup kita semakin tidak teratur, tidak disiplin, dan tidak peduli dengan nilai-nilai moral dan etika dalam hidup. Dalam arti luas, terjadi degradasi nilai-nilai kebaikan seiring bertambahnya usia. Ketika kecil hidup kita sangat teratur, untuk kebersihan diri misalnya, kita selalu mandi tepat waktu. Begitu tepatnya hingga saat bermain pun ketika waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, maka seakan-akan dosa rasanya jika tidak pulang ke rumah untuk mandi. Waktu belajar, makan, bermain, dan tidur pun begitu teratur sehingga seorang anak akan hapal dengan sendirinya kapan ia melakukan hal-hal tersebut. Bertambahnya usia, meluasnya pergaulan, dan meningginya ego telah membuat hal-hal yang teratur itu semakin terkikis. Pulang telat, lupa makan, tidak mandi, dan begadang adalah beberapa contohnya.

Masih ingatkan guru TK atau SD kita selalu mengajarkan kepada kita untuk tidak membuang sampah sembarangan? Menghormati orang yang lebih tua? Bertutur kata sopan dan tidak mengeluarkan kata-kata kotor? Doktrin-doktrin tersebut begitu kuat terpatri dalam diri anak-anak. Saya ingat ketika masih SD adalah hal memalukan ketika seorang teman membuang sampah tidak pada tempatnya, dengan kepolosannya mereka akan menegur hal ‘remeh-temeh’ itu dengan menjelaskan akibatnya seperti penjelasan dari bapak dan ibu guru yang pernah disampaikan di kelas.

SPORTIF! Ya anak-anak jauh lebih bersikap sportif dan ksatria jika mau jujur. Mereka jarang sekali curang dalam hal bermain misalnya. Jika sekalipun ada yang curang, maka akan terjadi rebut-ribut dan berkelahi ala anak-anak sampai diantara mereka atau keduanya menangis. Esoknya mereka bertemu, si anak bersalah akan mengakui kesalahannya dan mengajak berdamai. Di sekolah, tindakan mencontek adalah hal yang sangat sering ditemui. Saat SD tindakan curang dalam ujian itu dilakukan secara malu-malu, ketika SMP sedikit malu, dan ketika SMA menjadi tidak tahu malu.

Ada banyak hal-hal lain yang bisa dijadikan contoh yang menunjukkan degradasi nilai kebaikan ketika kita beranjak dewasa. Padahal dengan bertambahnya usia maka masalah pun akan semakin bertambah. Kesuksesan kita dalam hidup dan kemampuan kita dalam memecahkan masalah tidak akan terlepas dari nilai-nilai kebaikan yang kita anut. Jika ia steady atau menurun landai, kesuksesan tidak akan jauh dari diri kita, akan tetapi ketika ia menurun tajam dan terjun bebas, maka siap-siap saja seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya.

Adalah hal yang wajar dimana kita seharusnya berkaca pada anak kecil, bagaimana mereka mempraktekan nilai-nilai kebaikan dengan nyaris sempurna. Berperan sebagai apapun kita dan berprofesi  apapun diri kita, nilai-nilai kebaikan haruslah dijunjung setinggi-tingginya. Keteraturan, kedisiplinan, kejujuran, sportifitas, budaya malu, dan berbagai nilai kebaikan adalah kunci kesuksesan. Maka marilah kita kembali menjunjung tinggi nilai-nilai yang pernah kita anut sewaktu kita kecil, dan bisa menjadi panutan untuk generasi mendatang. Sehingga tidak ada lagi orang-orang yang mengalami degradasi nilai kebaikan sebelum waktunya seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

One thought on “Degradasi Nilai-Nilai Kebaikan

  1. odranoer October 3, 2011 at 9:27 am

    saya tidak percaya gan, itu situ aja kali yg terkontaminasi nilai2 di PTFI.. wkkkk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: