Hermawan & Hermawan

Saat menulis artikel ini, saya sedang teringat oleh salah seorang atasan saya di perusahaan saya dahulu yang bernama depan ‘hermawan’. Ketika saya pindah ke perusahaan lain, saya juga mendapatkan satu atasan yang memiliki nama yang sama, yakni hermawan. Keduanya memiliki tipikal dan cara yang berbeda, namun keduanya dimata saya sama, yakni seorang leader.

Hermawan pertama, sebut saja begitu, adalah manajer HR di perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik. Ia adalah seorang keturunan Chinese dan lulusan MBA dari Prasetya Mulya Business School. Atasan saya ini orang yang kaku, tidak banyak bicara, dan terkesan sangat menjaga jarak dengan bawahan. Namun semua orang sangat menghormatinya. Cara memimpin anak buah ia terapkan dengan sangat bijak. Mungkin karena beliau sering membaca buku psikologi dan leadership. Ketika dalam suatu meeting atau ada presentasi, beliau sering menyampaikan wejangan bagaimana mengatur financial, memperkaya pengetahuan dengan membaca, dan memberikan motivasi yang hebat yang mampu menbangkitkan semangat yang mendengarkan.

Hermawan kedua adalah kepala departemen dimana saya bekerja,  ia terkesan arogan, tidak mau kalah, dan selalu ingin dihormati. Wataknya keras dan sangat teliti. Ia adalah peraih master dari University of New South Wales Asutralia. Jika Hermawan pertama begitu disenangi oleh hampir seluruh bawahannya, untuk hermawan kedua saya pastikan justru kebalikannya. Keputusan yang tidak popular, selalu ingin menang, dan tidak mau kompromi dalam segala hal adalah hal-hal yang kadang membuat bawahannya tidak simpatik. Akan tetapi, itulah cara dia mengatur dan memerintah. Tidak salah karena setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Hal yang paling saya senangi dari beliau adalah kerendahan hati ketika ia memang salah. Ia tidak malu mengatakan ‘maaf’ kepada bawahan jika ia memang salah. Saya pernah dua kali mengalaminya, walau terkesan sepele, secara jujur saya katakan itu sangat berarti.

Secara personal saya memang mengagumi kedua sosok hermawan, namun dalam banyak hal, saya sering berbeda pandangan. Pernah beberapa kali saya harus berkonfrontasi dengan beliau, dengan berbagai macam kasus. Akan tetapi yang terpenting, mereka tetaplah atasan saya dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

2 thoughts on “Hermawan & Hermawan

  1. Hermawan Kasep July 10, 2011 at 3:02 am

    Ada satu nama Hermawan lagi ya…

  2. febriantara July 10, 2011 at 4:45 am

    Nama lo pasaran sih wan..haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: