Salah perhitungan

Ayo tebak, 2 x 2 berapa? Sebagian besar dari kita pasti akan dengan sangat mudah bisa menjawab pertanyaan tersebut. Akan tetapi, ketika kita dihadapkan pada pertanyaan berapakah 1287 + 6547 – 986 + 7362 ? berapa persen kah dari kita yang mampu menjawab akurat? Saya sangat yakin pasti sebagian orang mengalami kesalahan dalam menghitung pertanyaan kedua. Dua pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang hanya memiliki satu kemungkinan jawaban, pertanyaan yang sedikit saja kita terkecoh maka hasilnya akan salah. Dalam ilmu pasti, kesalahan perhitungan bisa terjadi hanya karena kurangnya ketelitian (asumsi anda mengerti ilmunya), akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita bisa saja mengambil tindakan yang salah akibat salah perhitungan dalam mengambil keputusan, disinilah perbedaannya, kesalahan perhitungan dalam mengambil keputusan yang tepat bukan hanya terjadi karena kurangnya ketelitian, tetapi juga akibat dari salahnya metode kita dalam berpikir.

Hari senin kemarin, saya mulai masuk kerja dan adik saya pun masuk kuliah. Kami berdua sama-sama menggunakan motor. Namun karena jas hujan hanya ada satu, maka kita berunding untuk menentukan siapakah yang akan membawa jas tersebut. Waktu itu saya, adik, dan ibu sepakat memberikan jas hujan itu kepada adik karena perjalanan yang lebih jauh,,apakah keputusan ini benar? Entahlah.. namun ketika hari ini saya merenung, mungkin terjadi kekeliruan bersama dalam mengambil keputusan..begini, saya bekerja dalam seminggu 5 hari, setiap hari saya menempuh perjalanan PP selama satu setengah jam, oleh karenanya selama satu minggu saya menghabiskan 7,5 jam. Sedangkan adik saya PP antara Tangerang-Serang hanya 4 jam, dari kosan hingga kampus hanya menempuh 5 menit, sehingga saya mengambil kesimpulan selama satu minggu ia menghabiskan waktu 5 jam. Jika dilihat dari hitung-hitungan ini, maka seharusnya sayalah yang membawa jas tersebut karena waktu perjalanan saya lebih panjang. Belum lagi ditambah distribusi lama perjalanan dalam seminggu, setiap hari saya menempuh satu setengah jam, sedangkan adik saya hanya dua hari waktunya dihabiskan cukup lama di perjalanan yakni pada saat pergi ke serang dan perjalanan pulang ke tangerang. Jadi, benarkah kami bertiga keliru?? Keputusan sudah dibuat dan saya pun sudah ikhlas.

Ada satu cerita menarik, sewaktu saya melaksanakan kerja praktek di PTBA, salah satu karyawan bercerita tentang perilaku istrinya yang dinilai ’aneh’. Dia tidak habis pikir terhadap tindakan kebanyakan wanita yang sangat hobi menawar barang dagangan. Si pegawai cerita seperti ini,

” Istri saya kemarin saya marahin ketika pulang dari pasar, dia pergi ke pasar menggunakan mobil dengan niat membeli ikan. Kemudian dia pergi ke pasar dan tukang ikan berjejer di sepanjang jalan tersebut. Jaraknya ada yang hanya puluhan hingga ratusan meter. Istri saya mengunjungi satu persatu pedagang ikan tersebut dengan menggunakan mobil untuk mendapatkan ’harga terbaik’. karena merasa lelah, akhirnya istri saya pulang dengan tangan hampa, tanpa membawa ikannya. Terang saja saya marah, dia melakukan dua kesalahan sekaligus, istri saya itu kurang perhitungan…untuk mendapatkan harga murah dia rela menawar dari pedagang satu ke pedagang yang lain. Padahal perbedaannya hanya 1000-2000 rupiah, dia menggunakan mobil yang apabila dihitung harga bensinnya tentu lebih mahal daripada selisih harga ikan termahal dan termurah. Kedua, dia menghabiskan banyak energinya untuk menawar, sehingga tidak jadi membeli ikan. Hmm, memang orang indonesia itu seringkali salah perhitungan”

 

Saya hanya tersenyum mendengar cerita pegawai diatas. Tapi saya juga berpikir ada benarnya juga bapak ini cerita seperti itu. Umumnya kita tidak menggunakan logika kita dalam bertindak sehari-hari. Hal yang secara spontan kita anggap benar dan tepat, nyatanya tidaklah selalu demikian. Saya jadi teringat kata-kata Peter Drucker, bahwa sesuatu yang dianggap oleh sebagian besar orang itu benar belumlah tentu benar.

Uraian dua kisah tersebut hanyalah kegiatan-kegiatan kecil yang mungkin bisa menimpa siapa saja. Dan apabila dilakukan, hanya berakibat kerugian yang kecil pula. Lalu bagaimana bila yang salah perhitungan itu pemerintah? Wah saya gak mau komen ah...

 

 

2 thoughts on “Salah perhitungan

  1. Ben_Asr March 11, 2009 at 4:15 am

    jawaban
    1. 2×2=4

    2. 1287 + 6547 – 986 + 7362 =14210

    hehehe

  2. rizki dyah k. May 6, 2009 at 4:11 am

    kl pemerintah yang salah perhitungan, yang kasihan ya kita-kita sebagai rakyatnya…
    maka dari itu,,berpikirlah matang matang sebelum bertindak.hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: