Haram apa halal??

Sekarang lagi krisis global, hampir semua negara di dunia ngalamin. Tapi uang kudu berputar, kata pemerintah sih suruh tingkatin belanja kita biar uang berputar…nah salah satu jalan buat membantu program pemerintah ini ya bisnis!! Ngomong-ngomong soal bisnis, kebanyakan buat pemula bisnis gak jauh-jauh dari dagang, jadi tukang kredit, atau kalo yang punya modal lumayan ya buka usaha frenchkiss…ups frenchise maksudnya. Dari modal belasan juta hingga ratusan juta..mau bisnis apa juga asal halal ya gak masalah kaannn??

Berhubung gue kayaknya kurang pinter dagang..maka ada salah satu usaha dengan modal kecil yang pendapatannya lumayan..ada temen yang nawarin, nah gue mau minta pendapat ama temen-temen,,halal apa haram yang kayak gini..nih kasusnya :

 

Gue ditawarin buat memberi pinjaman berupa uang senilai 10 juta rupiah kepada salah seorang pemilik kontrakan dengan jangka waktu 10 bulan. Istilahnya sih penggadaian gitu..apabila dalam jangka waktu 10 bulan si peminjam gak bisa balikin duitnya, maka kontrakan itu menjadi milik gue…oke, sampe disini kayaknya semua seuju gak ada masalah. Tapi yang bikin heran, setiap bulan gue mendapat 500 ribu dari pemasukan kontrakan tersebut..sedangkan si peminjam tidak mendapat sepersen pun selama jangka waktu 10 bulan tersebut. Gue kan jadi kasian, kayak rentenir gitu, gue gak kerja tapi daper 500 ribu/bulan + 10 juta setelah masa 10 bulan peminjaman selesai. Kalo si peminjam gak bisa balikin, otomatis gue jauh lebih untung karena gue bisa dapet kontrakan tersebut. Kalo diliat dari sudut pandang bisnis, tentu ini sangat menggairahkan, toh dalam 10 bulan paling apes gue bisa dapet 5 juta. Tapi kalo dari segi kemanusiaan, gue gak tega deh..ini riba gak sih?? Haram gak sih??

Ini kan sebuah sistem penggadaian, dimana sang peminjam menyerahkan barang gadaian mereka untuk mendapatkan sejumlah uang tertentu dalam tempo yang disepakati bersama. Dalam tempo tersebut, sang peminjam tidak memiliki hak atas barangnya kecuali ia melunasi pinjaman uangnya. Kalo dilihat dari sini, maka usaha yang gue sebutin di atas tentu gak haram. Hanya saja yang berbeda disini adalah jenis barang gadaiannya..kasus diatas menggadaikan kontrakan yang notabene merupakan unit usaha!!

Menurut kalian ini haram gak??? Jawab yha…

 

Gue punya satu cerita,,dahulu pernah ada seorang pemuda jujur dititipkan oleh musafir sepasang domba..kata sang musafir ia akan mengambil domba tersebut dalam beberapa hari. Sang pemuda dijanjikan upah oleh sang musafir tersebut. Singkat cerita, sang pemuda menunggu musafir hari demi hari untuk menyerahkan dombanya. Namun hingga berbulan-bulan musafir yang ditunggu-tunggu tidak pernah datang. Saat ia menunggu musafir datang, ia berinisiatif untuk mengawinkan dombanya dan akhirnya beranak-pinak hingga usahanya berkembang dan memiliki kebun kurma yang subur. Akhirnya setelah 5 tahun, sang musafir datang kepada sang pemuda untuk menanyakan kabar dombanya. Sang pemuda begitu senang akhirnya musafir yang ditunggu dateng juga. Kemudian pemuda tersebut menyerahkan sepasang domba musafir.

Jika kita tidak hati-hati dalam memaknai hakikat cerita diatas, mungkin sebagian dari kita terjebak untuk menghalalkan memberikan sepasang domba tanpa menyerahkan hasil ternak dan kebunya. Padahal hasil ternak dan kebun tersebut berasal dari sepasang domba yang dititipkan. Oleh karenanya, itu semua merupakan harta dari sang musafir sehingg haram bagi sang pemuda untuk memakannya tanpa persetujuan sang musafir.

 

Dari kedua kasus diatas, kesimpulan gue:

Kasus pertama itu halal tapi tidak manusiawi

Kasus kedua itu haram tapi juga tidak manusiawi

Menurut kalian????

 

2 thoughts on “Haram apa halal??

  1. faridpetrucci February 26, 2009 at 2:09 am

    halal dan haram kan tergantung diplomasinya, untuk kasus pertama n kedua sama saja, kalau ada kesepakatan di awal deng keduabelah pihak setuju ya no problem, cuman masalah manusiawi atau tidak yang jadi perkara, menurutku sih itu…??

  2. moenks November 14, 2009 at 6:18 am

    mending ditanyain ke orang yg tau mas (ahli agama) kyk situs konsultasisyariah.com. klo menurut saya (yg belum tentu benar) kyknya itu mencampurkan dua akad jd satu (akad gadai dan bagi hasil). klo gadai ya berarti si pemilik kontrakan menggadaikan kontrakan utk mendapat uang 10 jt, mas hanya berhak memungut uang sbg jasa penitipan yg besarnya ditentukan dr nilai barang yg digadaikan dan atas kesepakatan bersama (kyk prinsip pergadaian syariah). klo bagi hasil ya berarti mas invest uang 10jt bwt usaha kontrakan dan berhak atas bagi hasil dari keuntungan kontrakan sesuai perjanjian (misal 40-60).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: