Ayah-Bunda, panggilan pasangan muda masa kini

Beberapa tahun terakhir, panggilan ‘ayah-bunda’ untuk pasangan suami istri sangat lazim digunakan. Panggilan ini biasanya dipakai sesuai kesepakatan pasangan untuk membiasakan anak-anak mereka kelak memanggil sebutan seperti itu. Dulu, lazim orang menyebut ‘ayah-ibu‘, ‘mama-papa’, dan ‘mami-papi’. Atau sebutan di daerah seperti ‘emak-bapak’, ‘nyak-babeh’, ataupun ‘mbok-bapak’. Jarang orang tua perempuan meminta dipanggil bunda, tapi sekarang sangat mudah ditemui terutama di kota-kota besar seorang anak memanggil ibunya dengan sebutan bunda.

Bunda sejatinya berasal dari kata ibunda, sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti orang tua perempuan. Sebuah kata yang sangat halus untuk menghormati orang tua. Untuk lebih menyederhanakan pengucapan, seringkali dipersingkat dengan sebutan bunda. Sedangkan ayah, disini saya agak sedikit bingung, kenapa tidak diganti dengan handa? Kan biar seragam harusnya menjadi handa-bunda. Hehe.

Let we neglect it. Panggilan ini semakin menjamur seiring banyaknya pasangan muda yang mempopulerkannya. Kakak kandung saya sendiri menggunakan panggilan ini. Beberapa teman angkatan kuliah saya yang sudah menikah juga menggunakan panggilan serupa. Tidak salah, walapun seorang bayi akan sangat sulit mengucapkan kata ‘ayah-bunda’ dengan cepat dan jelas. Kata ‘mama-papa’ jauh lebih mudah bagi si bayi baik dari segi linguistik maupun fungsi susunannya. Orang Indonesia biasanya lebih lazim dan senang memanggil pasangannya (ketika sudah menikah) dengan panggilan anak-anak kepada mereka, seperti ‘ayah-bunda’, ‘mama-papa’, dll. Saya sendiri prefer¬†jika nantinya memanggil dengan sebutan ‘ayah-bunda’. Lebih nyaman dan manis memanggil istri saya dengan sebutan bunda, mungkin karena panggilan mama sangat identik dengan ibu saya sehingga sepertinya panggilan bunda menjadi lebih menarik. :)

Bagaimana dengan hukum Islam

Saya pernah mendengar bahwa seorang lelaki muslim dilarang memanggil istrinya dengan sebutan seperti memanggil ibunya, pun sebaliknya. Namun seperti yang sudah saya utarakan, umumnya orang Indonesia memanggil pasangannya dengan panggilan anak-anak kepada mereka. Seorang suami memanggil istri dengan sebutan ‘bunda’, ‘mama’, ‘ibu’, dan sebagainya, demikian pula seorang istri memanggil suaminya. Tentu tak ada niat dari masing-masing pasangan untuk memposisikan panggilan ini secara berbeda, misalnya ketika seorang suami memanggil istrinya dengan sebutan ‘mama’, bukan berarti dia menganggap istrinya adalah ibunya.

Jika hal ini menjadi kelaziman, maka sah-sah saja digunakan walau agak sedikit rancu. Di barat, pasangan suami istri sering memanggil dengan nama masing-masing. Di film-film kungfu cina dulu, seorang suami acapkali memanggil istrinya dengan sebutan ‘istriku‘, dan dibalas oleh istrinya dengan ‘suamiku’. Jadi, hal ini hanyalah masalah rasa bahasa dan niat. Jika demikian adanya, tentu tak ada yang menyimpang dari syariat. Wallahualam.¬†

2 thoughts on “Ayah-Bunda, panggilan pasangan muda masa kini

  1. odranoer September 27, 2011 at 3:43 am

    emang bener ya gan, kalo misalnya kita manggil ibu kita “mama”, kita ga boleh manggil istri kita dengan panggilan “mama” juga?

    mengenai komen ente di tempat ane, biarin postingannya ga bermanfaat yg penting eksis.. wkwkwk

  2. febriantara September 27, 2011 at 11:33 am

    di dua alinea terakhir udh jelas pndangan gue gan..hehe

    ya deh, sing penting post dulu gan yg rajin :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: